Monday, September 12, 2016
Warkop DKI Reborn, Mengenang Legenda Warkop DKI
Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G. Bastian) & Indro (Tora Sudiro) kembali beraksi di tengah hiruk pikuknya kota DKI Jakarta. Mereka sekali lagi berperan yang merupakan personel satu buah Instansi Swasta yang bernama CHIIPS (Cara Hebat Ikut-Ikutan Penanggulangan Sosial).
Biarpun di dalam diri mereka dipenuhi semangat yang menggelora dalam menjalankan tugas-tugasnya melayani warga, tetapi kekacauan & huru-hara senantiasa mereka timbulkan akibat perbuatan mereka yang konyol & senantiasa mengocok perut.
Factor ini pasti saja menciptakan mereka jadi bulan-bulanan tidak sedikit pihak, termasuk juga Boss mereka. Hingga hasilnya sang Boss menghadirkan Sophie, satu orang personel professional CHIIPS yang amat menawan kiriman dari Perancis; utk menolong pekerjaan baru DKI (Dono, Kasino Indro) dalam menangkap para tersangka Begal.
Bukannya menciptakan masalah selesai, mereka justru menambah list masalah. Saat Ini Dono, Kasino, & Indro mesti membereskan masalah yang mereka buat.
Susah sekali menghilangkan ekspektasi film Warkop DKI Reborn dapat sebagus film Warkop DKI tempo dahulu. Tiap-tiap penonton pasti mengharapkan menemukan kembali sosok Dono, Kasino, & Indro yg senantiasa kompak. Kelucuan, kekonyolan, & kritik sosial kas obrolan warung kopi dalam percakapan Warkop DKI senantiasa dirindukan.
& Sutradara sekaligus penulis narasi, Anggy Umbara kelihatannya mendalami betul apa yg penonton ingin. Film ini lebih terasa juga sebagai arena nostalgila, nostalgia secara gila. Sebab sepanjang fim ini tidak sedikit perihal yg dapat menciptakan orang tertawa sejak film diputar sampai mogok.
Anggy seperti mengenalkan kembali Dono, Kasino, & Indro. Dibanding bersama film-film Warkop, Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 kekompakan pemainnya belum demikian terasa. Lebih terasa monolog dalam memperkenalkan kembali karakter Dono, Kasino, & Indro. Falcon Pictures sukses memodernkan Warkop tidak dengan mesti kehilangan semangat mereka. & diantara ketiganya, Abimana Arsyasatya paling klop memerankan karakter Dono.
Narasi film ini bahkan terasa seperti puzle. Peminat Warkop diajak reuni dgn karya-karya mereka. Sepanjang film tidak cuma judul film & jargon khas Warkop DKI dimunculkan pula lagu-lagu mereka. Menjadi, sepanjang film lebih terasa nuansa nostalgianya. Sedangkan kisahnya sendiri baru terasa di sektor akhir film.
Inilah yang menciptakan film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss terasa kurang tepat. Bisnis untuk reuni & memperkenalkan kembali Dono, Kasino, & Indro membawa sebahagian agung durasi film ini. & kala narasi sanggup dinikmati film mesti dihentikan buat dilanjutkan ke part 2.
Labels:
Review
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment